Halo dunia!

April 16th, 2010 by kotabetawi

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!

solusi berpromosi

April 16th, 2010 by kotabetawi

NegeriAds.com Solusi Berpromosi, adalah sebuah media antara publisher dan advistiser, antara publisher dan advistiser jelas membutuhkan sebuah wadah atau tempat untuk saling bertemu, NegeriAds.com Solusi Berpromosi adalah tempat yang paling cocok untuk bertemunya antara publisher dan advistiser

http://suka.web.id/seo/negeriads-com-solusi-berpromosi/

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

dofollow social bookmark indonesia

Februari 25th, 2010 by kotabetawi
dofollow social bookmark indonesia
disuka.com
share your artikel with us
http://disuka.com
we’are dofollow forever

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

60 Persen Gedung di Jakpus Rawan Kebakaran

Juli 30th, 2009 by kotabetawi

Jakarta - Sebagian besar gedung bertingkat di Jakarta Pusat 60 persennya belum memiliki alat pemadam kebakaran yang memadai. Meskipun ada, alat yang tersedia tidak berfungsi dengan baik. Hal ini sangat membahayakan jika terjadi kebakaran.

Kepala Seksi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat , Surahman, mengatakan, saat ini di Jakarta Pusat terdapat 140 gedung bertingkat milik pemerintah dan swasta.

Dari semua bangunan tersebut, yang belum melengkapi sarana pemadam kebakaran mencapai 60 persen. Namun para pemilik gedung belum bisa ditindak tegas dengan Perda No 8 Tahun 2008 tentang keselamatan gedung karena masih dalam tahap sosialisasi.

“Gedung-gedung itu sistemnya belum lengkap. Ada yang alarmnya rusak atau bangunannya tua. Sekarang ini belum bisa dikenakan sanksi, mungkin setahun ke depan mulai diterapkan. Yang penting adalah para pemilik, mau segera melengkapi sarana demi keselamatan para pekerjanya. Tapi para pemilik seringkali terbentur dengan belum adanya anggaran,” papar Surahman, seperti dikutip situs resmi Pemrov DKI Jakarta

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Portal Permanen Masih Marak di Kedoyautara

Juli 30th, 2009 by kotabetawi

Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menertibkan portal permanen di Jakarta tampaknya terbentur kurang sigapnya aparatur kelurahan dalam melakukan inventarisir. Terbukti, saat ini di Kelurahan Durikepa, Kebonjeruk, Jakarta Barat masih terlihat puluhan portal permanen yang belum dibongkar. Kondisi ini jelas dikeluhkan pengguna jalan karena menghambat akses mereka.

Tidak hanya menghambat akses warga, tak sedikit keberadaan portal tersebut nyaris membuat pengendara celaka. Seperti yang dialami Charli Pakpahan (27) warga Durikepa. Dia nyaris terpelanting dari sepeda motornya jika tak segera menginjak rem. “Bagaimana sih, katanya portal seperti ini harus dibongkar. Sampai sekarang masih saja ada,” gerutunya ketika melintas di Jl Perumahan Taman Ratu RT 06/011 Kelurahan Durikepa, Kamis (30/7).

Secara bersamaan, seorang pengendara sepeda motor lainnya juga mengalami hal serupa. Dia bergegas menginjak rem saat akan berbelok, karena portal yang melintangi jalan ternyata permanen. “Hampir saja, untung remnya masih pakem,” ujarnya yang masih tampak terkejut.

Pantauan beritajakarta.com, portal permanen masih mudah ditemui di perumahan Greenvile dan Taman Ratu. Di kedua perumahan ini, tampak puluhan portal permanen menutup sejumlah pintu masuk. Bahkan setiap blok perumahan nyaris terdapat portal permanen. Banyaknya portal tersebut sayangnya tidak langsung ditindaklanjuti dengan upaya pembongkaran. Kelurahan Durikepa masih menjadwalkan penertiban portal pada pekan depan.

Mengenai maraknya portal permanen di dua perumahan tersebut dibantah Lurah Durikepa Syamsul Huda. Menurutnya, portal di dua perumahan tersebut tidak permanen tapi bisa dibuka tutup dan ada petugas yang menjaganya. “Kita sudah lakukan inventarisir portal yang harus ditertibkan, jumlahnya tidak banyak,” kata Syamsul Huda kepada beritajakarta.com, Kamis (30/7). Dari hasil inventarisir Kelurahan Durikepa, terdapat lima portal permanen dan dua pagar BRC di Perumahan Greenvile dan Taman Ratu.

Untuk lima portal dan pagar BRC tersebut, Kelurahan Durikepa sudah menjadwalkan pembongkaran. “Mulai pekan depan kita akan lakukan penertiban terhadap portal yang telah diinventarisir,” janjinya. Sejauh ini, Kelurahan Durikepa baru membongkar 27 polisi tidur.

Perhatian berbeda justru terlihat di kawasan Kelurahan Kedoyautara. Aparat kelurahan dibantu warga terus melakukan pembongkaran portal permanen tiap Sabtu. “Tiap hari Sabtu kita agendakan pembongkaran portal. Pengurus RT dan RW dibantu warga turun langsung,” ujar Abdullah, Lurah Kedoyautara.

Seperti pembongkaran portal di RW 03 tepatnya di samping Toko Duta Buah, dibongkar kelurahan dibantu warga Sabtu (25/7) lalu. Upaya tersebut menambah panjang daftar portal yang telah dibongkar menjadi lima unit. Sementara, untuk pagar BRC sudah dibongkar di empat lokasi dan delapan polisi tidur.

Seperti diketahui, jumlah portal, pagar, dan polisi tidur di wilayah Jakarta Barat mencapai 3.805 unit. Rinciannya, 1.070 portal, 129 pagar, dan 2.606 polisi tidur. Berdasarkan data dari Bagian Prasarana dan Sarana Kota Jakarta Barat, hingga saat ini baru 49 portal, 27 pagar, dan 325 polisi tidur yang telah ditertibkan di delapan kecamatan.

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Hilal di Langit Betawi

Juli 30th, 2009 by kotabetawi

Wilayah Betawi adalah dataran yang luas, tidak berbukit dan tidak bergunung. Ketinggian tanahnya sampai hari ini berkisar antara 0 m sampai 50 m di atas permukaan laut, bahkan di beberapa tempat di utara ada yang berada di bawah permukaan laut. Sebelum tahun 60-an, tidak terlalu banyak bangunan bertingkat tinggi. Masih banyak wilayah yang padangan ke arah ufuk barat atau ke arah matahari tenggelam tidak terhalang oleh apapun.

Dengan topografi seperti itu, ditambah dengan atmosphir yang bersih dan belum begitu tercemar polusi udara maupun cahaya, jelas sangat memenuhi syarat sebagai tempat yang strategis melakukan rukyatul hilal, melihat hilal untuk berbagai kepentingan terutama menentukan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan `Idul Adha.

Hal inilah yang membuat beberapa ulama dan habaib Betawi yang ahli di bidang ilmu falak membangun atan menetapan beberapa tempat untuk rukyatul hilal, orang Betawi menyebutnya tempat ngeker bulan. Bahkan sampai hari ini, beberapa tempat masih diakui hasil rukyatnya oleh Badan Hisab Rukyat (BHR) DKI Jakarta seperti Menara Masjid Al-Husna, Cakung, Jakarta Timur, Menara Masjid Jami` Al-Makmur, Klender, Jakarta Timur dan Menara Masjid Al-Musyari`in, Besmol, Jakarta Barat. Jika dilihat dari sebaran tempat ngeker bulannya orang Betawi maka dapat dibagi dua kategori wilayah Betawi, yaitu wilayah timur dan wilayah barat. Untuk wilayah barat Betawi, terdapat dua tempat rukyatul hilal yang memiliki sejarahnya sendiri-sendiri, yaitu Menara Masjid Al-Manshur, Sawah Lio, Jembatan Lima dan Menara Masjid Al-Musyari`in, Besmol, Jakarta Barat.

Masjid Al-Manshur didirikan pada tahun 1717 oleh Abdul Muhid anak dari Tumenggung Tjakra Jaya, bangsawan dari Kerajaan Mataram, Jawa. Sedangkan menaranya dibangun pada sekitar tahun 50-an oleh cicitnya, Guru Manshur yang merupakan ahli falak Betawi ternama, pengarang kitab Sullam an-Nayyirain, kitab ilmu falak yang berpengaruh dan dijadikan salah satu rujukan sampai hari ini. Dari menara inilah Guru Manshur melakukan rukyatul hilal. Dikarenakan beliau sendiri menganut faham hisab (perhitungan) dengan kriteria wujudul hilal sehingga kegiatan rukyatul hilal hanya sekedar untuk membuktikan hisab yang dilakukannya. Namun, seiring perjalanan waktu, daerah Sawah Lio, Jembatan Lima telah banyak bangunan bertingkat yang mengelilingi menara masjid bahkan ada yang mengalahkan ketinggian menara itu sendiri, membuat pandangan ke arah ufuk barat menjadi terhalang Akhirnya, menara Masjid Al-Manshur ditutup untuk kegiatan rukyatul hilal.

Untuk keberadaan tempat rukyatul hilal di Menara Masjid Al-Musyari`in, Besmol, Jakarta Barat, tidak terlepas dari kiprah dan keterlibatan Habib Usman Bin Yahya , Mufti Betawi. Sebagai seorang mufti yang menguasai berbagai bidang ilmu ke-Islaman, termasuk ilmu falak. Pada waktu itu ia melihat di sebelah barat Betawi terdapat dataran tinggi, dikenal dengan nama Pisalo atau Besmol, yang karena tingginya sampai hari ini tidak pernah kebanjiran. Pada waktu itu, daerah Besmol hampir seluruhnya digunakan sebagai area persawahan dengan cuaca dan pemadangan ke arah ufuk barat yang sangat baik dan memenuhi syarat untuk dijadikan tempat rukyatul hilal. Karena itulah Habib Usman terpikat dan menjadikan Besmol sebagai tempatnya untuk melakukan rukyatul hilal. Sepeninggalan Habib Usman yang wafat pada tahun 1913, Besmol tidaklah redup sebagai tempat favorit masyarakat Betawi untuk ngeker bulan. Ulama yang kemudian menggantikan posisi Habib Usman adalah KH. Abdul Majid atau Guru Majid, salah satu dari enam guru Betawi. Seperti Habib Usman, Guru Majid juga lahir di Pekojan. Ketika Habib Usman wafat, ia berumur 26 tahun. Guru Majid merupakan alumni Makkah dan terkenal kedalaman ilmunya di bidang tasawuf, tafsir dan yang paling dikenal di bidang ilmu falak. Khusus di bidang terakhir ini, beliau sempat mengarang kitab falak yang berjudul Taqwim an- Nayyirain berbahasa Arab-Melayu yang menjadi rujukan hisab para perukyat hilal di Pesalo Besmol selain kitab Sullam an-Nayyirain. Begitu terpikatnya dengan daerah Pisalo Besmol, ulama asal Pekojan ini bahkan ketika mau wafatnya meminta agar jenazahnya dikuburkan di tempat ini. Sekarang, makam beliau berada tepat di depan Masjid Al-Musyari`in, Besmol, Jakarta Barat bersama dengan beberapa makam lainnya. Untuk membedakan dengan makam lainnya dan agar mempermudah para penziarah, makamnya diberi kramik warna biru. Masyarakat Betawi Besmol sangat menghormatinya sehingga setiap tahunnya, yaitu pada minggu ke-2 di bulan Sya`ban selalu diselenggarakan haulan beliau.

Seiring dengan waktu, pemandangan di Pisalo Besmol ke arah ufuk barat mulai terhalang oleh bangunan. Terlebih sawah lapang yang dijadikan tempat rukyatul hilal dijadikan lintasan kali yang cukup lebar. Dikarenakan tidak lagi memungkinkan, menurut KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani tokoh dan penerus rukyatul hilal Pisalo Besmol, pada tahun 1991, tempat rukyatul hilal dipindah ke Masjid Al-Musyari`in yang berjarak hanya beberapa meter di belakang tempat yang lama. Masjid Al-Musyari`in sendiri memiliki menara dengan ketinggian 28 meter, dan yang digunakan untuk rukyatul hilal pada ketinggian 25 meter dari menara. Tetapi, hanya pada ketinggian 9 meter saja, yaitu ketinggian yang ada di masjid, sebenarnya hilal sudah dapat dirukyat. Bukan hanya tempat rukyatul hilalnya saja yang berubah, tetapi juga sistem hisab yang dijadikan rujukan bukan hanya kitab Taqwim an- Nayyirain dan Sullam an-Nayyirain, tetapi juga menggunakan Ephemeris, Newcomb, dan lainnya. Sampai saat ini ,setiap menjelang 1 Ramadhan, saat hari penentuan puasa, Masjid Al-Musyari`in, Pisalo Besmol sangat ramai dikunjungi oleh kaum muslimin, terutama masyarakat Betawi, yang datang dari Jakarta dan sekitaranya hanya untuk melihat ahlinya orang Betawi mengeker bulan demi menghilangkan keraguan apakah besok sudah puasa atau

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Selamat Ulang Tahun Jakartaku

Juni 22nd, 2009 by kotabetawi

Betawi City mengucapkan selamat ulang tahun jakarta yang ke 482, semoga semakin hijau, ga makin gundul……

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Asal usul Lebak Bulus

Juni 4th, 2009 by kotabetawi
ok.. sekarang kita sudah sampai di lebak bulus…
inilah ceritanya :

Kawasan Lebak Bulus dewasa ini menjadi sebuah kelurahan, Kleurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan.

Nama kawasan tersebut diambil dari kantor tanah dan fauna lebak berarti “lembah” dan bulus adalah “kura – kura yang hidup di darat dan air tawar”(Satjadibrata 1951:192, 56), jadi dapat disamakan dengan lembah kura- kura. Mungkin pada jaman dulu di Kali Grogoldan Kali Pesanggrahan yang mengalir di kawasan tersebut banyak kura – kura, alias bulus.

Berdasarkan Surat Kepemilikan Tanah (Erfbrief) yang dikeluarkan oleh yang berwenang di Batavia tertanggal 2 September 1675 kawasan Lebakbulus adalah milik Bapak Made dan Bapak Candra, yang dapat diwariskan. Menurut catatan harian di Kastil Batavia tertanggal 12 Februari 1687 Bapak Made adalah seorang Jawa berpangkat letnan. (Pada waktu itu setiap penduduk asli pulau Jawa disebut orang Jawa, tidak dibedakan sebutannya antara orang Jawa, Sunda dan Madura).Karena tanahnya sangat subur, kawasan itu oleh Bapak Made dibuka dijadikan sawah dan kebun, yang selanjutnya terpelihara dengan baik. Tetapi setelah dia meninggal pada tanggal 16 Agustus 1720, tanpa sebab yang jelas, seluruh tanahnya diambil kembali oleh Kompeni, untuk kemudian jatuh ke tangan orang Eropa, yang mengganti namanya menjadi Simplicitas (baca:
simplisitas) (De Haan, 1911: 167).

Sekitar tahun 1789 kawasan itu tercatat sebagai milik David Johannes Smith. Mungkin olehnya dijual kepada Pieter Welbeeck yang pada tahun 1803 tercatat sebagai pemiliknya (De Haan, 1910:103). Pada peta yang diterbitkan oleh Topograpisch Bureau tahun 1900, di bagian barat – daya kawasan itu masih tercantum lokasi rumah peristirahatan ( landhuis) bernama Simplicitas, tidak begitu jauh dari penggilingan padi yang terletak di tepi sebelah timur Kali Pesanggrahan.
nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Asal Usul Lapangan Banteng

Mei 27th, 2009 by kotabetawi
Lapangan Banteng, yang pada jaman penjajahan Belanda disebut waterlooplein, tidak seluas Lapangan (Medan) Merdeka yang dahulu disebut Koningsplein, dan sekarang menjadi Lapangan Monumen Nasional atau Monas Jakarta Pusat.

Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda Lapangan tersebut dikenal dengan sebutan Lapangan Singa, karena ditengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan perang di Waterloo, dengan patung singa di atasnya. Tugu tersebut didirikan pada jaman pemerintahan pendudukan tentara Jepang. Setelah Indonesia merdeka namanya diganti menjadi Lapangan Banteng, rasanya memang lebih tepat, bukan saja karena singa mengingatkan kita pada lambang penjajah, tetapi juga tidak terdapat dalam dunia fauna kita. Sebaliknya, banteng merupakan lambing nasionalisme Indonesia. Disamping itu, besar kemungkinan pada jaman dahulu tempat yang kini menjadi Lapangan itu dihuni berbagai macam satwa liar seperti macan, kijang, dan banteng.

Pada waktu J.P. Coen membangun kota Batavia di dekat muara Ci Liwung, lapangan tersebut dan sekelilingnya masih berupa hutan belantara yang sebagian berpaya – paya (De Haan 1935:69).

Menurut catatan resmi, pada tahun 1632 kawasan tersebut menjadi milik Anthony Paviljoen Sr, dikenal dengan sebutan Paviljoensveld, atau Lapangan Paviljoen Jr. Agaknya, pemilik kawasan itu lebih suka menyewakannya kepada orang – orang Cina yang menanaminya dengan tebu dan sayur – mayor, sedangkan untuk dirinya sendiri ia hanya menyisakan hak untuk berternak sapi. Pemilik berikutnya adalah seorang anggota

Dewan Hindia, Cornelis Chastelein, yang memberi nama Weltevreden, yang kurang lebih artinya „sungguh memuaskan”, bagi kawasan tersebut setelah berganti – ganti pemilik, termasuk Justinus Vinck yang mulai pertama membangun Pasar Senen, pada tahun 1767, tanah Weltevreden menjadi milik Gubernur Jenderal Van der Parra. Pada awal abad ke-19 Weltevreden semakin berkembang tangsi pasukan infanteri juga berbagai kesenjataan lainnya yang tersebar sampai ke Taman Pejambon dan Taman du Bus, di belakang kantor

Departemen Keuangan sekarang. Pada pertengahan abad ke-19 Lapangan Banteng menjadi tempat berkumpulnya golongan elit Kota Batavia. Setiap Sabtu sore sampai malam doperdengarkan musik militer (V.I. van de Wall 1933: 18-19).

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi

Asal Usul Kata Kwitang

Mei 15th, 2009 by kotabetawi

Merupakan nama kampung sekaligus sekarang nama kelurahan yang ada di Jakarta Pusat. Nama ini berasal dari nama orang Cina yang Kaya – raya bernama Kwik Tang Kiam. Kwik Tang seorang tuan tanah yang kaya dan hampir semua tanah yang terdapat didaerah tersebut miliknya. Kwik Tang memiliki seorang anak tunggal yang mempunyai sifat yang tidak baik, dia suka berjudi dan mabok. Akhirnya karena sifat anaknya ini, setelah Kwik Tang meninggal semua tanah milik bapaknya ini habis terjual dan banyak yang dibeli oleh saudagar keturunan Arab. Sehingga sampai sekarang daerah ini disebut Kwitang dan banyak keturunan Arab yang timggal dikampung Kwitang.

nowGoogle.com adalah multiple search engine popular

Festival Museum Nusantara

Dofollow Social Bookmark Indonesia

Informasi Bisnis Online Indonesia

Toko Pulsa Online

negeriads.com solusi berpromosi

social bookmarking indonesia

Sebar Iklan gratis

Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi

Iklan Network Solusi Berpromosi